Cara Migrasi Website Weebly ke Hosting

Weebly merupakan platform untuk membuat website berbasis drag and drop. Anda dapat membangun website secara praktis tanpa coding sekalipun.

Sayangnya layanan Weebly Niagahoster akan dinonaktifkan pada tanggal 30 Januari 2023. Bagi Anda yang masih menggunakan layanan ini harap untuk melakukan pemindahan atau migrasi sebelum tanggal tersebut.

Pada panduan ini, kami akan memberikan solusi alternatif agar website Weebly tetap dapat diakses oleh pengunjung. Caranya dengan mengekspor data website Weebly, kemudian Anda dapat mengunggahnya (upload) ke layanan hosting.

Catatan. Setelah website Weebly selesai dipindahkan ke layanan hosting, Anda hanya dapat mengelola tampilan website secara manual (coding) tanpa website builder. Artinya, Anda perlu memahami baris kode HTML dan CSS, jika ingin memodifikasi tampilan website.

Tahap 1 Ekspor Website Weebly

Ekspor website Weebly untuk mengamankan berbagai halaman serta konten yang Anda miliki.

1. Masuk ke halaman Weebly + Niagahoster. Kemudian, klik tombol Edit Site.

2. Pilih menu Settings dan klik submenu General.

3. Gulir halaman ke bagian Archive. Lalu, masukkan email pada kolom Create a .zip archive of your site. Setelah itu, klik tombol Email Archive.

4. Muat ulang (Reload) halaman Settings. Hasil ekspor website Weebly (tertera tanggal dan jam) dapat ditemukan pada bagian Recent Exports. Untuk mengunduhnya, klik tautan hasil ekspor tersebut.

5. Simpan hasil ekspor website Weebly sebagai file .ZIP pada penyimpanan PC Anda.

Tahap 2 Siapkan Hosting

Rekomendasi layanan hosting yang cocok untuk Anda, yaitu Web Hosting Unlimited Niagahoster. Dengan berlangganan mulai dari Rp9.900/bulan, Anda sudah memiliki layanan hosting yang mampu menampung hingga 15.000 pengunjung setiap bulan.

Saat membeli paket hosting di Niagahoster, Anda dapat memilih opsi Saya Sudah Punya Domain dan masukkan domain website Weebly.

Setelah menyelesaikan pembayaran dan layanan hosting telah aktif, Anda perlu memastikan domain terhubung dengan hosting (karena saat ini domain masih terhubung dengan Weebly). Berikut hal yang perlu dilakukan:

Cek Name Server Domain

Pastikan domain telah menggunakan Name Server di bawah ini. Jika belum, ikuti langkah-langkahnya pada artikel Cara Memperbarui Name Server

ns1.niagahoster.com
ns2.niagahoster.com

Sesuaikan Alamat IP dari A Record Domain

Berikutnya, Anda perlu memperbarui alamat IP dari setiap A Record domain menggunakan alamat IP hosting. Ikuti langkah-langkahnya pada artikel Cara Mengelola DNS pada Member Area Niagahoster.

Tahap 3 Upload Website Weebly ke Hosting

Hasil ekspor website Weebly Anda berupa file .ZIP akan diunggah ke hosting.

1. Login ke cPanel Anda.

2. Gunakan kolom pencarian untuk menemukan fitur File Manager di cPanel.

3. Anda akan diarahkan ke halaman File Manager. Pilih direktori public_html di sebelah kanan. Kemudian, klik menu Upload di bagian atas.

public_html adalah direktori sebagai tempat untuk menyimpan file-file website. Jika Anda ingin membuat website yang dapat diakses oleh pengunjung melalui internet, maka Anda harus menempatkan file-file website di direktori ini.

4. Klik tombol Select File untuk mencari file .ZIP (hasil ekspor website Weebly) pada penyimpanan PC Anda.

5. Pilih file .ZIP (hasil ekspor website Weebly), kemudian klik Open

6. Proses upload file ke hosting akan berjalan. Lamanya proses bergantung pada seberapa besar ukuran file tersebut.

7. Saat progress bar menunjukkan 100% artinya proses upload telah selesai. Klik Go Back to “/home/user/public_html” untuk kembali ke direktori public_html.

8. Klik kanan file .ZIP, kemudian pilih opsi Extract untuk mengekstrak file di dalamnya.

9. Tuliskan path /public_html pada kolom, selanjutnya klik tombol Extract Files.

10. Proses ekstrak akan berjalan beberapa detik. Setelah itu, klik tombol Close.

11. Hasil ekstrak file .ZIP berupa direktori seperti berikut. Buka direktori dengan klik kiri 2 kali.

12. Anda akan melihat berbagai file dan direktori di dalamnya. Klik menu Select All untuk memilih semua file dan direktori. Kemudian, klik menu Move di bagian atas.

13. Tuliskan path /public_html, kemudian klik Move Files.

14. Sekarang semua file dan direktori (hasil ekstrak file .ZIP) telah berada di direktori public_html. Anda juga perlu memastikan adanya file index.html di dalamnya agar halaman Home website dapat langsung ditampilkan.

15. Coba untuk mengakses domain Anda. Selamat! Website Anda telah berhasil ditampilkan.

Tahap 4 Atur Path Penyimpanan File Gambar Website

Jika terdapat gambar yang tidak tampil pada website, maka Anda perlu melanjutkan ke tahap ini untuk menyesuaikan path penyimpanan file gambar.

Catatan. Semua file gambar website tersimpan di direktori uploads (yang di dalamnya terdapat beberapa sub direktori).

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menyesuaikan path penyimpanan file gambar.

1. Pilih file HTML dari halaman website yang gambarnya tidak tampil. 

Contoh: 

  • Jika gambar tidak tampil pada halaman Home, maka Anda perlu mengedit file index.html.
  • Jika gambar tidak tampil pada halaman Artikel, maka Anda perlu mengedit file artikel.html.
  • dan seterusnya.

2. Sebagai contoh, kami akan mengedit file index.html. Klik kanan file HTML, kemudian pilih opsi Edit.

3. Lanjutkan proses dengan klik tombol Edit.

4. File HTML akan terbuka seperti ini. Tekan tombol CTRL+F pada keyboard. Kemudian, masukkan kata kunci <img src= pada kolom pencarian. Anda akan menemukan baris kode yang menuliskan path penyimpanan file gambar website.

Contohnya, di sini terdapat total 41 baris kode dan berada di baris kode ke-1. Anda dapat bergeser dari satu baris ke baris kode lainnya dengan klik arah panah (< >) di sebelah kanan kolom pencarian.

5. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menyesuaikan path di dalam tanda petik (“”). Perhatikan baris kode di bawah:

  • Kode bersorot merah adalah path direktori tempat penyimpanan gambar.
  • Kode bersorot kuning adalah nama file gambar.

6. Pada tab berbeda di browser, Anda dapat membuka direktori penyimpanan gambar untuk mengetahui path yang tepat. Temukan file gambar yang dibutuhkan dengan klik View di sudut kanan atas. Kemudian, salin path direktori tempat penyimpanan gambar (di sudut kiri atas) dan salin nama file gambar tersebut.

7. Selamat! Kini Anda dapat menyesuaikan path di setiap baris kode <img src= pada file HTML agar gambar bisa ditampilkan. Seterusnya lakukan hal yang sama untuk setiap halaman website yang gambarnya tidak tampil.

Apakah artikel ini membantu?

Bagikan jika Anda menyukai halaman ini.

Artikel Serupa


related posts

Cara Export Database di phpMyAdmin

Untuk melakukan eksport database di phpMyAdmin, Anda perlu mengakses phpMyAdmin terlebih dahulu. Langkah-langkah Export Database melalui phpMyAdmin 1. Buka phpMyAdmin di cPanel 2. Pilih database yang ingin dieksport di sidebar sebelah kiri. 3. Klik tombol Export pada menu navigasi di atas tabel. 4. Jika Anda hanya ingin melakukan eksport file SQL, yang dibutuhkan untuk memindahkan […]

Selengkapnya
related posts

Cara Optimasi Database MySQL Menggunakan phpMyAdmin

Melakukan optimasi database MySQL memiliki beberap manfaat bagi website Anda, salah satunya adalah dapat meningkatkan kecepatan database dalam menampilkan data. Ukuran database website dapat bertambah seiring berjalannya waktu, terutama jika website tersebut memiliki banyak konten. Oleh karena itu, melakukan optimasi database dapat signifikan meningkatkan performa website. Untuk melakukan pengoptimalan, Anda dapat menggunakan phpMyAdmin yang merupakan […]

Selengkapnya
related posts

Cara Instal Firebase CLI dan Deploy Hosting

Dibuat pada 9 September 2022 Firebase adalah Backend as a Services (BaaS) yang menyediakan beragam tools dan layanan untuk membantu developer mengembangkan suatu aplikasi (web dan mobile) dengan lebih cepat.  Backend as a Services sendiri adalah kategori layanan cloud yang mengelola back-end aplikasi. Artinya, Firebase sebagai BaaS akan mengurusi segala hal mengenai back-end seperti database, […]

Selengkapnya