Beberapa pemilik website mengeluhkan kendala yang populer, yaitu website yang lambat ketika diakses. Pasalnya memang kecepatan website menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Bagaimana tidak? Pengunjung manapun tidak nyaman menunggu loading website yang lambat. Padahal koneksi internet sedang tidak bermasalah.
Penyebab Website Lambat Ketika Diakses
Pertama-tama, apa saja yang menyebabkan website lambat? Berikut hal yang sering menjadi penyebab website menjadi lambat:
1. Server yang Tidak Optimal
Performa server merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kecepatan website. Server bertugas untuk menyimpan data sebuah website, sekaligus merespon permintaan data dari pengunjung website. Jika server yang digunakan website tidak optimal, maka website bisa menjadi lambat. Anda bisa mengecek jenis server yang digunakan dan lokasi server tersebut.
Layanan Hosting Niagahoster didukung LiteSpeed yang memiliki performa yang lebih baik dari Nginx dan Apache. Anda bisa cek hasil uji coba kecepatan antara LiteSpeed, Nginx, dan Apache. Hasilnya LiteSpeed 12 kali lebih cepat dari keduanya. Tentu ini akan jauh mendongkrak kecepatan muatan pada website.
2. Banyak Menggunakan Plugin
Plugin memang salah satu hal penting dalam mengoptimalkan kinerja website. Namun, sebagian pemilik website sering tidak menyadari telah memasang terlalu banyak plugin. Terlalu banyak plugin yang terpasang justru memberi dampak sebaliknya.
Resource yang diperlukan akan semakin banyak. Kemudian, plugin akan berjalan bersamaan dalam menjalankan fungsinya. Belum lagi terdapat plugin yang usang (tidak up to date). Tentu, proses memuat website akan berpengaruh dan menjadi lambat.
3. Banyak Menggunakan Widget
Widget sering digunakan untuk memberi tampilan yang menarik pada halaman website. Seperti plugin sebelumnya, terlalu banyak menggunakan widget mempengaruhi kecepatan website. Gunakan widget yang memang dibutuhkan oleh website. Satu hingga tiga widget sepertinya sudah cukup untuk sebuah halaman website.
4. Ukuran File Gambar yang Besar
Pada website dengan konten tutorial seringkali melampirkan gambar pada setiap post yang dipublikasi. Hal ini memang mempermudah pembaca mencerna informasi yang diberikan. Namun, beberapa penulis masih menggunakan gambar dengan ukuran file yang besar. Satu file gambar sebesar 500KB, sedangkan ada 10 gambar dalam satu post.
Ukuran file gambar akan menghabiskan banyak bandwidth dan menambah beban server. Pengunjung yang memuat halaman post akan menjadi lama. Ada kemungkinan juga gambar tersebut tidak tampil, ketika koneksi pengunjung website sedang lambat.
5. Caching yang Tidak Optimal
Caching adalah suatu proses menyimpan sementara file HTML agar halaman website lebih cepat diakses ketika pengunjung meminta ulang menampilkan halaman. Cara ini membuat proses memuat halaman website menjadi lebih cepat.
Beberapa pemilik website tidak memasang plugin untuk mengelola cache. Akibatnya performa website menjadi lambat. Pada CMS WordPress terdapat plugin LiteSpeed Cache yang bisa dipasang untuk mengelola cache menjadi lebih optimal.
6. Tidak Melakukan Minify Script
Minify merupakan suatu aktivitas pemrograman untuk merampingkan atau menghapus kode yang tidak diperlukan. Ini bisa memperkecil ukuran sebuah file script, sehingga halaman sebuah website akan lebih cepat dimuat.
Proses minify akan menghapus karakter yang tidak diperlukan seperti baris baru, komentar, atau pembatas pada kode program.
7. Menggunakan Tema yang Berat
Website dengan tampilan menarik memang nyaman untuk dilihat. Beberapa pemilik website terbuai dengan tema yang menarik, meski ukurannya cenderung besar. Tema tersebut bisa mempengaruhi kecepatan muatan sebuah website.
Contohnya, tema dengan atribut animasi yang bergerak. Elemen yang digunakan akan semakin banyak. Server website perlu mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk memuat halaman website.
8. Menggunakan CMS Versi Lama
Salah satu CMS (Content Management System) populer adalah WordPress. Platform yang digunakan untuk mengelola seluruh konten website.
Jika masih menggunakan CMS versi lawas, maka Anda melewatkan perbaikan versi sebelumnya. Bisa jadi perbaikan ini membuat website menjadi lebih cepat.
Cara Menambah Kecepatan Website
Setelah mengetahui penyebab website menjadi lambat. Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi website yang lambat dan meningkatkan kecepatannya. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan:
Mengoptimalkan Server yang Digunakan
Cara untuk mengoptimalkannya yaitu dengan memilih server yang dekat dengan lokasi pengunjung website. Apabila sebagian besar pengunjung berasal dari Indonesia, Anda bisa memilih layanan hosting yang memiliki server di Indonesia.
Lokasi server layanan hosting dari Niagahoster pun terletak di Jakarta, Indonesia. Niagahoster memilih DCI Indonesia sebagai layanan data centernya. Anda bisa membaca lebih lengkap terkait Data Center Hosting Niagahoster.
Meminimalkan Penggunaan Plugin
Jika sebelumnya Anda banyak memasang plugin, maka sekarang coba cek lagi plugin tersebut. Apakah plugin tersebut sering digunakan? Atau hanya sebagai plugin yang terpasang, namun jarang digunakan. Sangat disarankan untuk menghapus plugin yang jarang dipakai, sehingga tidak membebani resource Anda.
Lantas, plugin apa yang pas sesuai kebutuhan website? Berikut beberapa rekomendasi plugin sesuai kebutuhan website Anda:
- LiteSpeed Cache: Plugin yang digunakan untuk mengelola cache supaya pengunjung dapat memuat halaman website lebih cepat.
- Loginizer: Plugin yang digunakan untuk mencegah serangan brute force dengan melakukan block pada IP yang mencurigakan.
- Yoast SEO: Plugin ini membantu proses SEO pada website, seperti menganalisis konten, mengatur peta situs XML, dan masih banyak lagi.
Mengoptimasi Gambar untuk Konten Website
Gambar yang telah dioptimasi akan bermanfaat untuk peningkatan kecepatan website. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda coba:
Menggunakan TinyJPG
1. Anda bisa menggunakan tools seperti TinyJPG untuk mengurangi ukuran file gambar. Silakan unggah gambar yang ingin dioptimasi pada area kotak yang disediakan.
2. Selanjutnya proses optimasi akan berlangsung, tunggu hingga selesai. Contoh di bawah menunjukkan gambar dengan ukuran 800KB telah berhasil dioptimasi menjadi 200KB. Unduh gambar yang telah dioptimasi dengan klik Download. File gambar ini yang sebaiknya digunakan untuk gambar konten di website.
Menggunakan Paint
1. Anda juga bisa menggunakan aplikasi Paint di Windows untuk menurunkan resolusi gambar. Caranya dengan membuka gambar dengan Paint. Klik kanan file gambar, selanjutnya klik Open with dan pilih aplikasi Paint.
2. Gambar akan terbuka di aplikasi Paint. Kemudian, klik Resize untuk menurunkan resolusi gambar.
3. Resize gambar berdasarkan Pixels, kemudian ceklis Maintain aspect ratio supaya gambar tetap berukuran proporsional. Selanjutnya turunkan resolusi gambar dengan mengetik angka pada kolom Horizontal atau Vertikal. Pilih salah satu saja. Klik OK untuk menerapkan resolusi gambar yang baru.
4. Terakhir, simpan gambar yang telah diubah resolusinya. Klik Save as dan pilih ekstensi gambar yang diinginkan.
5. Gambar yang telah diturunkan resolusinya akan membuat ukuran file gambar menjadi lebih kecil. Sebelumnya resolusi 973x615px (803KB) menjadi resolusi 650x410px (458KB).
Melakukan Minify Script
Sebelum melakukan minify pada script website, sebaiknya Anda melakukan backup terlebih dahulu. Dikhawatirkan baris kode terhapus secara tidak sengaja. Tentu website bisa saja mengalami error. Anda bisa mencoba melakukan minify script dengan mengikuti tutorial ini dari Blog Niagahoster.
Ciri script yang telah dilakukan minify memiliki tambahan ekstensi .min sebelum ekstensi .html .css .js. Contohnya, file script dengan nama style.min.css atau wp-embed.min.js
Menggunakan CDN
CDN (Content Delivery Network) adalah server global yang berada di beberapa data center dan tersebar di berbagai negara. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan kecepatan dalam pengiriman data melalui jaringan server kepada pengunjung dari lokasi terdekatnya.
Misalnya pengunjung website berada di India, sedangkan server website berada di Indonesia. Adanya server CDN di berbagai negara, membuat pengiriman data memilih melalui lokasi terdekat, yaitu India juga.
Cara Cek Kecepatan Website di Member Area Niagahoster
Sebenarnya, pengguna layanan hosting Niagahoster dan menggunakan CMS WordPress juga bisa melakukan cek kecepatan website. Kami membagi panduan ini menjadi 2 versi, (1) Member Area baru; (2) Member Area lama. Silakan mengikuti panduan berdasar tema Member Area Niagahoster Anda.
1. Masuk ke Member Area Niagahoster. Klik tombol Kelola Layanan pada paket hosting aktif milik Anda.
2. Klik tombol WordPress Management.
3. Anda akan diarahkan ke halaman Kelola WordPress seperti contoh berikut.
4. Gulir ke bawah hingga bagian Tes Kecepatan Website. Klik tombol Tes Kecepatan Sekarang.
5. Akan tampil jendela konfirmasi seperti contoh berikut. Klik tombol Ya, Lakukan Speed-Test.
Selanjutnya, Anda akan mendapat laporan analisis terkait kecepatan website, berikut terdapat Rekomendasi Tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecepatan website. Anda bisa mengikuti rekomendasi tersebut agar performa website menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Selamat! Website Anda sekarang menjadi lebih cepat dengan menerapkan langkah-langkah di atas. Silakan pantau kecepatan website dengan berkunjung ke Member Area Niagahoster atau GTMetrix.